Tetamu Diraja (:

QuestionS & Answers About Hijab









What is the Hijab? 
The word itself comes from the arabic word "hajaba" meaning to conceal or hide from view. Hijab is the modest covering of the head and body of muslim women.

Who has to wear it? 
All muslim adults are supposed to wear the appropriate hijab for their sex.This is one Hadith related by Abu Dawood: "Ayesha(r) reported that Asmaa bint Abu Bakr(r) came to the Messenger of Allah(swt) while wearing thin clothing. He approached her and said: 'O Asmaa! When a girl reaches the menstrual age, it is not proper that anything should remain exposed except this and this.' He pointed to the face and hands."

Why do they have to wear it? 
Muslims must wear the hijab because Allah(swt) ordered it. Muslims have two sources for guidance. The first and most important source is Qur'an, the revealed word of Allah(swt). They may then use Hadith which is the sayings and traditions of the Prophet Muhammad(saw) who was chosen by Allah(swt) to be a role model for mankind.

Here are two passages from the Qur'an that order the hijab.

"O Prophet, tell your wives and daughters and the believing women to draw their outer garments around them (when they go out or are among men). That is better in order that they may be known (to be Muslims) and not annoyed..." (Qur'an 33:59)

"Say to the believing men that they should lower their gaze and guard their modesty; that will make for greater purity for them; and Allah (swt) is well acquainted with all that they do. And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; and they should not display their beauty and ornaments except what must ordinarily appear thereof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty to their husbands..." (Qur'an 24:30-31)

An Iranian school girl is quoted as saying, "We want to stop men from treating us like sex objects, as they have always done. We want them to ignore our appearance and to be attentive to our personalities. We want them to take us seriously and treat us as equals and not chase us around for our bodies and physical looks." 

What do they get out of dressing like that? 
By covering our beauty, we are evaluated for our intelligence and skills instead of looks and sexuality. Many women who cover are filled with dignity and self-esteem and are happy to be identified as a muslim woman. By wearing hijab the woman is concealing her sexuality but allowing her femininity to shine. Aside from that, it is pleasing to Allah and in return we earn blessings from wearing it.

What is the "dress code"? 
Islam has no fixed standard as to the style of dress or type of clothing that muslims must wear. There are however, some requirements that must be met. These include:

Body must be covered

Loose Clothing-The clothing must be loose enough so as not to describe the shape of the body.
Thick Material-The garments must be thick enough to hide the shape of the body and the color of the skin.
Modesty-The dress should not be ragged or fancy. It should be clean and dignified looking.
Suitability-This is another Hadith from Bukhari "Ibn Abbas narrated:

'The Prophet(saw) cursed the men who appeared like women and the women who appeared like men.'"

Clothing is only one facet of hijab. It is also behavior, manner, and speech. Women who wear the hijab do not find it inhibiting, impractical, or interfering. We should wear the hijab to show our identity as muslims. More importantly, we should wear it to show our love and respect for Almighty Allah and his instructions

Did you Thank Allah For Your Eyesight ?



A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: "I am blind, please help." There were only a few coins in the hat.

A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, "Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?"

The man said, "I only wrote the truth. I said what you said but in a different way."

What he had written was: "Today is a beautiful day and I cannot see it."

Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?

Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?

"It is He, Who has created for you (the sense of) hearing (ears), sight (eyes), and hearts (understanding). Little thanks you give." [surah Al-Mu'minun; 78 

KENAPA AKU DIUJI ?

PERSOALAN HIDUP SEORANG MANUSIA... KENAPA?

Kenapa Aku Diuji Sampai Macam Ni?
" Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " -(Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

Kenapa Aku Selalu Tak Dapat Apa Yang Aku Nak?
" ..... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " -(Surah Al-Baqarah ayat 216)

Kenapa Ujian Terhadapku Ini Sangat Berat?
" Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -(Surah Al-Baqarah ayat 286)

Kenapa Aku Sering Kecewa?
" Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. " -(Surah Al-Imran ayat 139)

Bagaimana Aku Nak Hadapi Semua Ini?
" Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. " -(Surah Al-Imran ayat 200)
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', " -(Surah Al-Baqarah ayat 45)

Apa Yang Aku Dapat Daripada Semua Ini?
" Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka ..." -(Surah At-Taubah ayat 111)

Kepada Siapa Lagi Aku Hendak Berharap?
" ....Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal. Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung. " -(Surah At-Taubah ayat 129)

Aku Dah Tak Tahan Lagi! Bosan Dengan Semua Ini!
" ....dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." -(Surah Yusof ayat 87)

[sumber]

Semoga segala persoalan dan rintihan yang melanda jiwa dan sanubari kita terubat dengan janji-janji Allah. Sesungguhnya kepada kitab suci Al-Quran lah tempat kita merujuk segala permasalahan. Kerana ia adalah penawar. Penawar untuk kita. Marilah kita kembali kepada Al-Quran. Kembali mengamalkan ajaran yang terkandung sepenuhnya. Semoga Allah memberkati kita semua.. InsyaAllah..

HANYA KERANA SEBIJI KURMA



"Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan.Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT, "kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua.

kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan

pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.

"Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita,

"Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang.

Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."

"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.

Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara

makan sebutir kurma milik orang lain."

"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain.

Sekarang ia sudah bebas."

Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu... "